Cara Pengurusan Jenazah dalam Agama Islam, Ketahui Langkah-langkahnya

Uncategorized106 views

Tata cara pengurusan jenazah yang dilakukan dalam agama Islam dari memandikan hingga menguburkan haruslah dipahami setiap umat muslim. Di dalam syariat Islam, ada beberapa tata cara yang haruslah dipenuhi dalam pengurusan orang yang sudah meninggal.

Cara pengurusan jenazah dalam mengafani, menyolatkan, hingga nantinya menguburkan jenazah merupakan suatu kewajiban yang haruslah dipahami oleh seorang Muslim dalam melakukan pengurusan jenazah. Di dalam agama Islam, hukum dalam mengurus jenazah dalah fardu kifayah dalam ajaran umat Muslim. Yang mungkin saja untuk kamu yang engga mau repot kamu bisa memakai Biaya Pengurusan Jenazah di Jakarta yang terbaik dan berpengalaman.

Pengurusan jenazah dari memandikan hingga proses menguburkan haruslah dilakukan sesuai dengan sunnah yang telah ditentukan. Di dalam Islam, wajib hukumnya bagi seluruh atau sebagian orang disekitarnya saat mereka masih hidup dan mengetahui tata cara ini.

Tata Cara Pengurusan Jenazah dalam Islam

Tata cara pengurusan jenazah dalam agama Islam dari memandikan hingga sampai menguburkan tentu haruslah dipahami setiap langkahnya.

Tata cara ini wajib dipahami agar kita tidak keliru dalam berbuat karena mengurus jenazah tentunya tak bisa dilakukan sembarangan dan perlu adanya langkah dan doa-doa yang dipanjatkan.

Berikut tata cara memandikan jenazah:

  1. Meletakkan jenazah dengan kepala agak tinggi di tempat yang disediakan
  2. Yang memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan.
  3. Ambil kain penutup dari jenazah dan ganti dengan kain basahan agar auratnya tidak terlihat
  4. Setelah itu bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kaki serta rambutnya.
  5. Bersihkan kotoran jenazah baik yang keluar dari depan maupun dari belakang terlebih dahulu. Caranya, tekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar.
  6. Siram atau basuh seluruh anggota tubuh jenazah dengan air sabun.
  7. Kemudian siram dengan air yang bersih sambil berniat sesuai jenis kelamin jenazah.

Cara Mengafani Jenazah

Tata cara penguran jenazah setelah dimandikan hendaknya kita segera untuk mengafani. Namun, perlu diketahui bahwa tata cara ini juga berbeda baik perempuan atau laki-laki. Berikut ini beberapa langkah untuk mengafani jenazah perempuan:

1. Bentangkan 2 lembar kain kafan yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Kemudian letakkan kain sarung tepat pada badan antara pusar dan kedua lututnya.

2. Persiapkan baju gamis dan kerudung di tempatnya.

3. Sediakan 3–5 utas tali dan letakkan di paling bawah kain kafan.

4. Sediakan kapas yang sudah diberikan wangi-wangian, yang nantinya diletakkan pada anggota badan tertentu.

5. Setelah kain kafan siap, lalu angkat dan baringkan jenazah di atas kain kafan.

6. Letakkan kapas yang sudah diberi wangi-wangian tadi ke tempat anggota tubuh seperti halnya pada jenazah laki-laki.

7. Selimutkan kain sarung pada badan jenazah, antara pusar dan kedua lutut. Pasangkan baju gamis berikut kain kerudung. Untuk yang rambutnya panjang bisa dikepang menjadi 2/3, dan diletakkan di atas baju gamis di bagian dada.

8. Selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar mulai dari yang lapisan atas sampai paling bawah. Setelah itu ikat dengan beberapa utas tali yang tadi telah disediakan.

Tata Cara Memandikan Jenazah

  • Siram atau basuh dari kepala hingga ujung kaki dengan air bersih. Siram sebelah kanan dan kiri masing-masing 3 kali.
  • Memiringkan jenazah ke kiri, basuh bagian lambung kanan sebelah belakang.
  • Tata Cara Pengurusan Jenazah Selanjutnya
  • Memiringkan jenazah ke kanan, basuh bagian lambung kirinya sebelah belakang.
  • Siram lagi dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki.
  • Siram dengan air kapur barus.
  • Jenazah kemudian diwudhukan seperti orang yang berwudhu sebelum sholat.
  • Perlakukan jenazah dengan lembut saat membalik dan menggosok anggota tubuhnya.
  • Jika keluar dari jenazah itu najis setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang dan dimandikan lagi. Jika keluar najis setelah di atas kafan, tidak perlu diulangi mandinya, cukup hanya dengan membuang najis tersebut.
  • Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya harus dilepas dan dibiarkan terurai ke belakang. Setelah disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan dengan handuk dan dikepang.
  • Keringkan tubuh jenazah setelah dimandikan dengan handuk sehingga tidak membasahi kain kafannya.
  • Selesai memandikan jenazah, berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum dikafani. Biasanya menggunakan air kapur barus.

Langkah-langkah diatas merupakan cara memandikan jenazah sebagai salah satu bagian dari tata cara pengurusan jenazah dari memandikan sampai menguburkan.