SEHAT ALAMI DARI PENYAKIT JANTUNG KORONER! SI PENGEJUT FATAL!

SEHAT ALAMI DARI PENYAKIT JANTUNG KORONER! SI PENGEJUT FATAL!

Mengapa Penyakit Jantung Koroner disebut Si Pengejut? Karena serangan Penyakit Jantung Koroner tiba-tiba.

Mengapa Penyakit Jantung Koroner fatal? Karena serangan Penyakit Jantung Koroner mematikan!

Jadi Penyakit Jantung Koroner jangan diabaikan. Sebenarnya ada gejala-gejala yang mengarah ke Penyakit Jantung Koroner tetapi biasanya gejala-gejala tersebut diabaikan. Pernahkah merasakan hal-hal berikut ini?

Gejala-gejala mengarah ke Penyakit Jantung Koroner :

  • Rasa tertekan di dada (ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas).
  • Rasa terbakar di dada.
  • Tercekik atau sesak.
  • Keringat dingin, lemah, berdebar
  • Gejala berlangsung lebih dari 20 menit
  • Gejala berkurang dengan istirahat dan bertambah berat bila beraktivitas.

Apa itu Penyakit Jantung Koroner (PJK)?

Dalam bahasa sederhana, Penyakit Jantung Koroner adalah sumbatan pada arteri koronaria (pembuluh darah yang memberi darah ke otot jantung). Jadi perkataan koroner berasal dari kata arteri koronaria. Otot jantung, sama seperti otot lainnya, memerlukan oksigen dan nutrisi supaya bisa berbentuk dan berfungsi baik. Jadi otot jantung juga memerlukan darah (yang membawa nutrisi dan oksigen).

Otot jantung tidak mengambil darah yang ada di dalam jantung tetapi mendapat supply darah dari pembuluh darah jantung yang disebut arteri koronaria yang mempunyai 3 cabang (depan kiri, depan kanan dan belakang). Supaya suplly darah ke otot jantung berjalan baik maka arteri koronaria harus dalam keadaan baik (tidak ada sumbatan dan dindingnya lentur).

Apa yang terjadi di arteri koronaria pada Penyakit Jantung Koroner?

Terjadi sumbatan pada arteria koronaria sehingga aliran darah tersendat. Akibatnya ada sebagian otot jantung tidak mendapat aliran darah (berarti tidak mendapat nutrisi dan oksigen) sehingga terjadi kerusakan pada otot jantung tersebut yang akan menimbulkan gejala-gejala Penyakit Jantung Koroner. Sumbatan ini bisa total, bisa juga sebagian. Tentunya sumbatan total lebih berbahaya dibandingkan sumbatan sebagian.

Yang menyumbat arteri koronaria pada Penyakit Jantung Koroner adalah atheroma atau plak (plaque) yaitu penumpukan kolesterol di dinding arteri koronaria. Akibatnya terjadi penebalan (aterosklerosis) dan kekakuan (arteriosklerosis) pada arteri koronaria.

Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner ?

  1. Dislipidemia (kelainan kadar lemak darah), khususnya hipekolesterolemia (kadar kolesterol darah di atas normal) => atheroma di arteri koronaria dan arteri-arteri di luar otot jantung (otak, dll)
  2. Hipertensi (tekanan darah di atas normal)
  3. Diabetes Mellitus (kadar gula darah di atas normal)
  4. Kelainan jantung (kelainan katup jantung, dll)
  5. Radikal Bebas (mempercepat terbentuknya atheroma pada hiperkolesterolemia)

Penanganan Penyakit Jantung Koroner

  1. Segera bawa ke rumah sakit bila ada gejala-gejala yang mengarah ke Penyakit JantungKoroner. Pasien tidak boleh bergerak dan usahakan pasien mendapat oksigen dalam perjalanan dari ke rumah sakit.
  2. Tindakan medis : kateterisasi jantung, dilanjutkan dengan tindakan balon, pemasangan ring/stent atau by pass.

Peranan Noni ANAMed pada Penyakit Jantung Koroner

Noni ANAMed mengandung lebih dari 140 bioaktif (bahan aktif alami) antara lain :

  • Nutrisi lengkap yang dibutuhkan sel-sel tubuh (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air)
  • Antioksidan (pembersih radikal bebas) yang poten (kadar SOD dan Scopoletin paling tinggi)

Sehingga Noni ANAMed dapat membantu mencegah dan atau menanggulangi Penyakit Jantung Koroner dengan cara :

  1. Menjaga sel otot jantung yang sehat tetap sehat.
  2. Membantu pemulihan/regerasi sel otot jantung yang rusak.
  3. Mengendalikan faktor resiko Penyakit Jantung Koroner : Dislipidemia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Radikal Bebas.

Anjuran Takaran Noni ANAMed untuk Penyakit Jantung Koroner

  • Tahap pengobatan
    • Untuk takaran minum Noni ANAMed
      • Bulan 1 => 2 x 60 ml tiap hari (bisa ditingkatkan 3 x 60ml)
      • Bila belum ada perbaikan, takaran dapat ditingkatkan (frekuensi atau ml-nya)
  • Tahap pemeliharaan (maintenance)
    • Bila kondisi jantung sudah stabil normal => 2 x 30 ml tiap hari

Untuk penyakit lain (yang berat/kritis, seperti kanker, DBD dll) : Takaran dapat ditingkatkan, baik frekuensi maupun ml-nya, sampai 500 ml tiap hari.

Cara Minum Noni ANAMed

  • Dikumur dulu 4 kali lalu ditelan.
  • Bila disertai dengan obat dokter maka minum dulu obat dokter, 1 jam kemudian minum Noni ANAMed