Perilaku Saat Ini Memengaruhi Kesehatan Anda Hingga 20 Tahun Ke Depan

Mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini adalah penting untuk menjadi dewasa yang sehat dan mencegah berbagai masalah kesehatan

Keputusan yang Anda buat hari ini mengenai kesehatan dan kebugaran dapat membantu memprediksi kesehatan Anda secara keseluruhan salama hampir 20 tahun ke depan, menurut penelitian baru dari Karlsruhe Institute of Technology di Jerman.

Penelitian jangka panjang tersebut dilakukan antara tahun 1992 dan 2010, yang melibatkan 243 perempuan dan 252 laki-laki dengan usia rata-rata 45 tahun di awal studi. Para peserta diminta menyelesaikan kuesioner serta menjalani tes medis dan kebugaran di tahun 1992, 1997, 2002, dan 2010. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan kebugaran para peserta, para peneliti menggunakan “model biopsikososial” yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama meliputi faktor lingkungan, seperti status sosial ekonomi dan latar belakang migrasi. Tahap kedua terdiri dari faktor personal, termasuk dukungan sosial dan strategi mengelola stres. Tahap ketiga terdiri dari faktor kebiasaan seperti merokok, latihan fisik, dan pola makan. Tahap keempat meliputi kebugaran fisik dan kesehatan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa semua faktor dalam keempat tahap memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap kebugaran fisik dan kesehatan peserta pada awal penelitian. Namun, hanya pola makan dan kebiasaan latihan fisik peserta yang berdampak jangka panjang pada kebugaran mereka pada akhir penelitian di tahun 2010.

“Studi ini menunjukkan bahwa mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini adalah penting untuk menjadi dewasa yang sehat dan mencegah berbagai masalah kesehatan.” kata para peneliti.

Ingin Hidup Sehat Sampai Usia 90? Ikuti Gaya Hidup "Zona Biru"

Rahasia berumur panjang dan tetap sehat hanyalah gaya hidup.

Rahasia umur panjang dan hidup sehat sebenarnya tidak ada. Tuhan sudah memberi kita banyak contoh di muka bumi. Bila Anda menjalani kehidupan seperti orang-orang di "zona biru", Anda berpeluang tiga kali lebih tinggi dari orang kebanyakan untuk mencapai usia 90 tahun dan masih bisa berjalan-jalan sore dengan cicit Anda.

"Zona biru" adalah nama untuk tempat-tempat bagi orang yang hidup lebih lama dan lebih sehat. Istilah itu menjadi populer setelah para peneliti Italia menggunakan tinta biru untuk menandai sebuah wilayah di Pulau Sardinia yang memiliki konsentrasi sangat besar terhadap orang-orang berusia diatas 100 tahun. Mereka adalah para petani yang bekerja keras di ladang, memakan buah-buahan dan sayuran yang mereka tanam sendiri, dan menghormati para orang tua mereka. Sejak saat itu, zona-zona biru lain telah ditemukan di seluruh dunia, berikut di antaranya :

  1. Pulau Okinawa di Jepang : Pulau itu memiliki populasi masyarakat berumur panjang yang paling banyak di dokumentasikan dan dipelajari. Mereka hidup lebih lama dan lebih sehat daripada orang lain di dunia.
  2. Lembah Hunza di Pakistan : Orang orang Hunza hidup sampai usia 90 tahun dengan kesehatan yang baik, banyak di antara mereka hidup sampai usia 120 tahun.
  3. Vilcambamba di wilayah selatan Ekuador : Mereka dilaporkan mencapai usia 100 atau lebih dengan tingkat kesehatan yang baik.
  4. Abkhasia : Selama masa Uni Soviet, masyarakat Abkhasia sebagai orang-orang yang hidup terlama di bumi. meskipun kan itu mungkin berlebihan, tidak ada yang dapat menyangkal bahwa orang Abkhasia hidup sampai usia 90-an, bahkan lebih tanpa mengidap penyakit kronis yang mewabah di Barat.
  5. Loma Linda, California : Loma Linda, California, sekitar satu jam perjalanan di sebelah timur Los Angeles. Wilayah itu dihuni mayoritas penganut Gereja Advent Hari Ketujuh. Para peneliti menduga ikatan keagamaan yang kuat sebagai salah satu faktor penyebab umur panjang mereka.

Selain itu, ada zona biru di Semenanjun Nicoya di Kosta Rika, Pulau Yunani Ikaria, dan di jalur yang membentang melalui Dakota dan Minnesota, sampai ke Kanada. Zona-zona tersebut sangat berjauhan dan berbeda budayanya. Akan tetapi, tampaknya ada kesamaan dalam cara penduduknya menjalani kehidupan, yaitu sebagai berikut :

1. Mereka tidak makan terlalu banyak dan tidak merokok. 

Diet mereka dipenuhi biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran segar, dan makanan laut dengan sedikit daging. Sebagian besar orang-orang di wilayah itu menggunakan minyak zaitun dan madu dalam makanan sehari-hari mereka. Waktu makan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan sehari-hari mereka yang menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan erat dalam keluarga dan masyarakat.

2. Mereka tetap aktif, baik secara fisik maupun mental

Mereka banyak berjalan, bersosialisasi, dan senantiasa memiliki kesibukan.

3. Mereka memiliki tingkat stress rendah

Mereka memiliki tingkat stres yang rendah dan memiliki kesadaran tujuan hidup yang digabungkan dengan spiritualitas dan tidur yang cukup.

Tidak ada yang baru, bukan? Semua gaya hidup sehat itu Anda ketahui. Kunci-kuncinya terletak pada konsistensi.

Orang-orang di zona biru tidak mencapai umur panjang melalui teknik perbaikan instan. Mereka tidak mencapainya dengan berolahraga keras di hari Minggu, kemudian duduk-duduk seharian di kantor dan di rumah mulai Senin sampai Sabtu. Mereka juga tidak mendapatkannya dengan sarapan gado-gado di pagi hari, lalu melahap makanan cepat saji di siang hari.

Rahasia berumur panjang dan tetap sehat hanyalah gaya hidup. Tidak ada pil ajaib yang dibutuhkan untuk meningkatkan peluang Anda. Tidak ada peralatan canggih yang dibutuhkan. Bahkan, Anda tidak harus mengeluarkan biaya.

Jika anda belum memiliki gaya hidup itu, tidak pernah terlambat untuk memulainya. Beberapa studi menunjukkan bahwa perbaikan dramatis dalam umur dan kesehatan dapat diraih segera setelah kita meninggalkan gaya hidup yang buruk. Mulai sekarang, terapkan diet yang sehat secara konsisten. Temukan cara untuk mendapatkan rutinitas sehari-hari yang sehat. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki minat sama. Dapatkan cukup tidur dan istiraha. Kurangi stres dengan memperbanyak beribadah dan bersosialisasi.

Gampang, bukan?

Sumber : dr. Salma - Tetap Sehat setelah Usia 40 (2014)